SIDOARJO – Upaya membangun daerah yang nyaman dihuni tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan penanaman 644 bibit pucuk merah yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dalam Program 1 PNS 1 Pohon Gelombang IV di sepanjang Jalan Raya Gading Fajar 2, Perum Sidokare hingga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Jumat (3/7/2026).
Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperluas ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu menghadirkan keteduhan, memperbaiki kualitas udara, mempercantik kawasan, serta menciptakan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai organisasi perangkat daerah dan mitra, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Peternakan Kabupaten Sidoarjo, PLN Sidoarjo, serta RSIA Ibu dan Anak Pondok Jati.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan hanya dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kerja bersama lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa penghijauan harus berjalan seiring dengan tumbuhnya budaya menjaga kebersihan.
Karena itu, ia mengingatkan para pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan kawasan tersebut agar turut menjaga kebersihan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan yang menjadi ruang bersama.
“Saya mohon kepada para PKL yang sudah diberikan kesempatan untuk berjualan di sini agar benar-benar menjaga kebersihan. Sampahnya jangan ditinggalkan begitu saja. Kalau memungkinkan, sampahnya dibawa pulang. Jangan dibuang sembarangan sehingga membuat lingkungan menjadi kotor,” tegasnya.
Menurut Mimik Idayana, menanam pohon bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk ikut merawat pohon-pohon yang telah ditanam sehingga manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Sebanyak 644 pohon yang kita tanam hari ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Saya berharap seluruh masyarakat ikut menjaga pohon-pohon ini karena manfaatnya akan kembali kepada kita semua,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan program penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, merawat lingkungan, serta menjadikan ruang publik tetap asri dan nyaman.
Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, merupakan investasi sosial yang akan menentukan kualitas hidup generasi mendatang.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing. Budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap kelestarian alam diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Sidoarjo yang semakin hijau, sehat, dan berkelanjutan.
“Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bersama-sama kita wujudkan Sidoarjo yang lebih baik, lebih hijau, lebih asri, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Gerakan penanaman 644 pucuk merah ini menjadi simbol bahwa pembangunan yang berorientasi pada masa depan tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberhasilan menjaga keseimbangan lingkungan.
Ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam semangat yang sama, cita-cita menghadirkan Sidoarjo yang hijau, bersih, dan berkelanjutan bukan sekadar harapan, melainkan sebuah keniscayaan.






