SIDOARJO – Proses seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kejanggalan dalam tahapan administrasi. Senin 8 Juni 2026.

Beberapa peserta disebut lolos meski belum memenuhi syarat pengalaman manajerial dan kepemilikan sertifikasi tertentu, yang menjadi persyaratan mutlak bagi calon direksi.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara transparan dan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi (Pansel).

Menurutnya, proses ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan momentum strategis untuk memperbaiki kinerja perusahaan daerah yang mengelola layanan air minum bagi masyarakat Sidoarjo.

“Yang bisa saya sampaikan kepada media adalah transparansi mekanisme seluruh persyaratan itu harus disesuaikan dengan aturan yang ada. Rekrutmen ini harus menjadi starting point untuk pembenahan di semua aspek PDAM,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Sorotan publik muncul karena beberapa peserta yang lolos seleksi administrasi diduga belum memenuhi syarat pengalaman manajerial minimal lima tahun.

Persyaratan ini berlaku bagi calon direksi yang pernah menduduki jabatan kepala bagian, kepala seksi, atau posisi setara, untuk memastikan calon memiliki kapasitas kepemimpinan dan pengalaman mengelola organisasi.

Selain itu, muncul dugaan adanya peserta yang belum mengantongi salah satu sertifikasi kompetensi yang diwajibkan, tetapi tetap lolos dalam tahapan administrasi. Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai konsistensi penerapan aturan dan validitas proses seleksi.

Abdillah Nasih menekankan pentingnya verifikasi yang objektif terhadap seluruh peserta. “Kalau memang persyaratan itu mutlak berlaku untuk semua posisi direksi, tentu harus dipastikan seluruh peserta memenuhi syarat tersebut. Tetapi kita juga harus melihat dulu secara lengkap apakah ketentuan itu berlaku sama untuk semua jabatan direksi atau ada pengkhususan tertentu. Itu yang harus dicek,” katanya.

Ia menilai direksi yang terpilih nanti harus mampu menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah Perumda Delta Tirta.

Mulai dari tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW), perluasan cakupan layanan, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan, hingga efisiensi operasional perusahaan.

“Direksi yang terpilih nanti harus mampu menyelesaikan persoalan-persoalan perusahaan. Mulai dari tingkat kehilangan air, cakupan layanan yang masih belum maksimal, kualitas pelayanan, sampai berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah berbagai pertanyaan yang berkembang, Abdillah mengaku tetap memberikan kepercayaan kepada panitia seleksi untuk menjalankan tugas secara profesional.

“Sementara ini kami masih positive thinking. Kita percaya kepada pansel terkait kredibilitas mereka untuk menegakkan aturan dan menjalankan proses sesuai ketentuan,” katanya.

Meski begitu, ia menekankan keterbukaan informasi kepada publik menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi direksi. Hingga Jumat proses seleksi masih berlangsung dan memasuki tahapan lanjutan.

DPRD Sidoarjo memastikan akan terus mencermati setiap perkembangan, agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan, transparan, dan menghasilkan direksi yang benar-benar memiliki kapasitas untuk membawa Perumda Delta Tirta lebih profesional dan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bagikan :