SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat pengawalan terhadap penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat. Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung memantau distribusi bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 di Kecamatan Jabon, Kamis (27/8/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak serta memiliki kualitas yang layak untuk dikonsumsi.

Pemantauan dilakukan di tiga desa dengan jumlah penerima bantuan yang cukup besar. Di Desa Jemirahan tercatat sebanyak 437 penerima bantuan, Desa Kedungrejo sebanyak 932 penerima, sementara Desa Tromposari menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 1.242 penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subandi didampingi jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Perum Bulog, serta unsur Forkopimka Kecamatan Jabon.

Kehadiran lintas instansi itu menjadi bagian dari pengawalan bersama untuk memastikan seluruh tahapan distribusi berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Bupati Subandi menegaskan bahwa bantuan pangan beras tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang harus dikawal secara serius hingga benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Sidoarjo.

“Ini merupakan program Presiden RI kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sidoarjo. Kita sebagai pimpinan daerah akan terus mengawal dan memastikan bantuan beras ini tepat sasaran,” ujar Subandi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program bantuan tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas bantuan yang diterima benar-benar dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Karena itu, pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan, mulai dari proses distribusi hingga kondisi beras yang diterima masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menjaga akuntabilitas program bantuan pangan.

“Kita pastikan bantuan ini tepat sasaran dan kualitas berasnya layak serta baik untuk dikonsumsi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawalan di lapangan,” tegasnya.

Selain memastikan aspek ketepatan sasaran dan kualitas, Bupati Subandi juga mengajak masyarakat penerima bantuan untuk memanfaatkan bantuan pangan tersebut secara bijak. Menurutnya, bantuan beras diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat.

«“Gunakan bantuan ini dengan sebaik mungkin agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” pesannya.»

Program bantuan pangan tersebut mendapat sambutan positif dari warga penerima. Salah satunya datang dari Solihah, warga Desa Kedungrejo. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bagi Solihah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, bantuan beras tersebut memiliki arti penting bagi keberlangsungan kebutuhan pangan keluarganya. Bantuan itu dinilai mampu membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Syukur Alhamdulillah atas bantuan yang diberikan Bapak Bupati. Semoga bantuan ini dapat berjalan terus sehingga bisa membantu perekonomian saya. Sehari-hari saya bekerja sebagai buruh tani,” ucap Solihah dengan haru.

Penyaluran bantuan pangan beras di Kecamatan Jabon pun menjadi gambaran nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan program bantuan bagi masyarakat.

Bagi Pemkab Sidoarjo, pengawalan langsung di lapangan bukan sekadar memastikan bantuan tersalurkan. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang responsif, memastikan hak masyarakat terpenuhi, serta menjaga agar setiap program bantuan memberikan dampak nyata bagi penerimanya.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, memperkuat daya tahan rumah tangga, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.

Bagikan :