SIDOARJO — Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, koperasi kembali menegaskan eksistensinya sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Semangat itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 di Kabupaten Sidoarjo, ketika ribuan masyarakat bersama insan koperasi berkumpul dalam semangat kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) menggelar jalan sehat, senam massal, dan bazar sembako murah di halaman Polsek Kota Sidoarjo, Minggu (26/7/2026).
Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat komitmen membangun koperasi sebagai kekuatan strategis dalam menopang perekonomian daerah.
Acara dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim 0816 Sidoarjo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo, Kapolsek Kota Sidoarjo, pengurus koperasi, serta ribuan anggota koperasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat yang telah terbukti menjadi penggerak ekonomi berbasis kebersamaan. Menurutnya, keberadaan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk tumbuh secara mandiri.
“Di Kabupaten Sidoarjo, koperasi merupakan salah satu pilar penting perekonomian. Keberadaannya selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu fondasi dalam menjaga stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat melalui penguatan kelembagaan koperasi di daerah,” ujar Subandi.
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Koperasi Nasional harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Momentum tersebut menjadi ajakan untuk memperkuat semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar koperasi semakin adaptif menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya koperasi yang sehat, profesional, inovatif, dan berdaya saing.
Dukungan terhadap koperasi menjadi bagian dari strategi membangun ekonomi daerah yang inklusif, di mana masyarakat tidak hanya menjadi konsumen pembangunan, tetapi juga pelaku utama dalam menggerakkan roda perekonomian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan bazar sembako murah sebagai bagian dari rangkaian Harkopnas ke-79. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian koperasi terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Melalui bazar tersebut, masyarakat dan anggota koperasi dapat memperoleh paket sembako senilai Rp130.000 yang berisi lima kilogram beras, dua liter minyak goreng, dan dua kilogram gula pasir dengan harga yang lebih terjangkau.
“Bazar murah ini menjadi bukti bahwa koperasi tidak hanya menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Subandi.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Sidoarjo, Bambang Pujianto, mengungkapkan bahwa lebih dari seribu anggota koperasi dari berbagai kecamatan turut memeriahkan rangkaian kegiatan Harkopnas tahun ini.
Tingginya partisipasi tersebut, menurutnya, mencerminkan semakin kuatnya semangat kebersamaan dalam gerakan koperasi di Kabupaten Sidoarjo.
Ia menjelaskan bahwa Dekopinda terus berupaya memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi melalui edukasi, pendampingan, serta konsolidasi organisasi agar mampu bertransformasi menjadi koperasi yang modern, profesional, sehat, dan akuntabel.
“Dekopinda memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi, mengawal, sekaligus menyuarakan aspirasi gerakan koperasi. Sinergi yang terbangun bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi modal penting dalam mempercepat penguatan kelembagaan serta meningkatkan daya saing koperasi di masa mendatang,” ujarnya.
Lebih dari sekadar organisasi ekonomi, koperasi sesungguhnya merupakan representasi nilai-nilai kebersamaan, demokrasi ekonomi, dan keadilan sosial.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, koperasi tetap relevan sebagai model pembangunan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, pemerataan manfaat, dan keberlanjutan ekonomi.
Semangat “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” yang digaungkan dalam peringatan Harkopnas ke-79 menjadi pengingat bahwa kemajuan ekonomi nasional tidak hanya bertumpu pada investasi besar dan industri modern, tetapi juga lahir dari kekuatan ekonomi rakyat yang tumbuh melalui solidaritas, kolaborasi, dan semangat gotong royong.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Dekopinda, pelaku koperasi, dan masyarakat, Kabupaten Sidoarjo terus meneguhkan komitmennya menjadikan koperasi sebagai lokomotif ekonomi kerakyatan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Dari koperasi yang sehat akan lahir masyarakat yang berdaya, dan dari masyarakat yang berdaya akan tumbuh daerah yang semakin maju, mandiri, serta sejahtera.






