PASURUAN – Dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kejadian seperti pohon tumbang, kerusakan rumah akibat angin kencang hingga genangan air dilaporkan terjadi seiring perubahan cuaca yang berlangsung secara drastis.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi.
Salah satu kejadian yang mendapat perhatian terjadi di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Luapan air sempat memasuki kawasan permukiman dan jalan warga setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati.
“Seperti di Desa Legok, Kecamatan Gempol kamis kemarin. Terjadi hujan intensitas tinggi pada wilayah hulu DAS Wrati sehingga pukul delapan malam, debit air naik dan perlahan meluap ke jalan dan pemukiman warga,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Sabtu (30/5/2026).
Fenomena tersebut menjadi gambaran bagaimana perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini dapat memicu berbagai risiko bencana dalam waktu singkat.
Cuaca panas yang berlangsung beberapa hari dapat tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat dengan durasi panjang.
“Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan harus diwaspadai.Karena cuaca ini perubahannya sangat dinamis. Tiga hari panas terik, kemudian hari berikutnya hujan lebat berjam-jam sampai banjir,” kata Sugeng.
Menurutnya, wilayah yang berada di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun daerah dengan banyak pepohonan besar perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, perubahan cuaca yang sulit diprediksi berpotensi memunculkan kejadian bencana secara tiba-tiba.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak hanya memantau kondisi cuaca, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar. Saluran air yang tersumbat, pohon yang rapuh, hingga bangunan yang sudah mengalami kerusakan perlu segera diantisipasi untuk mengurangi risiko saat hujan deras maupun angin kencang terjadi.
“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” harapnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kejadian bencana di lapangan.






