Oleh: Yetty Nurdiati, CFLF
DelikPers.co – Jakarta
Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu inovasi terbesar dalam kehidupan manusia. Hal inilah yang menciptakan perubahan media konvensional menjadi modern dan serba digital. Di antara berbagai platform media sosial, Instagram kemungkinan besar lebih berfokus pada konten visual.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengelolaan media sosial Mata Millennial Indonesia TV untuk mempertahankan eksistensinya dalam menayangkan konten berita di Instagram menggunakan fitur Instagram. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara mereduksi data dan menyajikan data tersebut.
Metode yang digunakan adalah purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel tidak acak, dimana penulis memastikan pemilihan informan melalui metode penentuan identitas khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian, sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk memperkuat teori.
Hasil dari penelitian ini adalah Mata Millennial Indonesia TV memanfaatkan Instagram dalam pengelolaan media sosial karena berfokus pada pemilihan konten yang akan memberikan nilai tambah, memenuhi kebutuhan audiens, dan mencapai hasil yang diinginkan dengan menggunakan jenis berita langsung yang dibuat singkat, padat, lugas, dan apa adanya.
Sehingga mengandung nilai berita yang aktual, menarik dan mendapat umpan balik dari para pengikutnya. Mata Millennial Indonesia TV membangun strategi untuk memandu pengambilan keputusan, alokasi sumber daya, dan mencapai hasil yang diinginkan.
Dengan menerapkan empat aspek model sirkular strategi pengelolaan media sosial dalam The Circular Model of Some, seperti berbagi, optimalisasi, pengelolaan, dan partisipasi.
Dengan demikian, perusahaan media daring yang menyebarluaskan informasi semuanya memiliki dasar atau rencana untuk mencapai tujuannya. Dengan menyiarkan peristiwa viral yang menjadi bahan perbincangan hangat dengan konten topikal berupa video disertai dengan sulih suara dan teks narat
Instagram merupakan media sosial yang memiliki ekuatan visual. Bersamaan dengan itu, banyak pihak baik individu maupun organisasi menggunakan Instagram untuk mendapatkan suatu informasi yang ingin disampaikan. Misalnya, PT. Hood Digital Asia (Kufed) yang membuat akun @thekufed untuk mengembangkan pesan-pesan yang akan disampaikan kepada publiknya.
Mereka menggunakan strategi tersendiri dengan menyesuaikan karakter dan konsep dengan target pasarnya. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi tentang bagaimana @thekufed merancang strategi pesannya.
Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk meneliti rencana dan strategi pesan Kufed, seperti teaser, community building, kolaborasi dengan influencer untuk produksi konten dan kurasi produk, serta merencanakan cerita untuk memperkuat konten visual dengan tanpa emosi.
Kesimpulannya adalah Kufed telah menerapkan strategi pesan berdasarkan konsep dan karakternya
Adanya media social telah mengubah cara para praktisi dalam berpikir dan melaksanakan praktik-praktiknya dan beranggapan bahwa hal ini merupakan sebuah
Komunikasi dapat berjalan lebih interaktif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial. Hal tersebut dapat dijadikan landasan untuk meyakini bahwa pada zaman teknologi yang canggih dan serba digital ini media sosial dapat dimanfaatkan sebagai salah satu wadah yang digunakan oleh praktisi PR sebagai strategi untuk melakukan komunikasi.
PR bertanggung jawab membantu perusahaan untuk menciptakan, menjaga, dan memperbaiki citra serta reputasi yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, PR dapat memanfaatkan media sosial untuk melakukan hal-hal tersebut salah satunya dengan melakukan perencanaan konten pada media sosial perusahaan untuk secara langsung mempengaruhi cara pandang publik terhadap perusahaan dengan publiknya. Media Sosial
berpendapat bahwa media sosial merupakan teknologi penyiaran berbasis web yang membuka peluang untuk mendemokratisasikan konten,
memberikan peluang kepada setiap individu untuk bertindak sebagai penerbit dengan konten yang dibuat oleh konsumen dan tersedia untuk publik.
Media social merupakan alat yang mengacu pada teknologi digital yang membuat individu berpotensi agar terhubung, berkomunikasi, menghasilkan, seta membagikan bermacam-macam jenis konten pesan, Media sosial merupakan sebuah media atau alat yang
berguna agar proses komunikasi sesame user dapat dilakukan dengan mudah. Media
social memiliki karakteristik komunikasi timbal balik. Media sosial seringkali
Metode Penelitian memilih kualitatif sebagai metode penelitian ini. Kualitatif digunakan agar dapat menjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan dan didapatkan secara deskriptif dengan rinci.
Paradigma yang digunakan yaitu post positivisme dikarenakan kajian ini mengacu pada subjektivitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.
Penulis memfokuskan penelitian ini untuk meneliti mengenai strategi perencanaan konten media sosial Instagram Yayasan Kesehatan melalui model SoMe (Share, Optimize, Manage, Engage). Peneliti memilih Yayasan Kesehatan Telkom sebagai fokusnya, merupakan tempat yang menerapkan
strategi perencanaan konten dengan sistematis dalam perencanaan strategi komunikasi
dan menjaga interaksi dengan para pesertanya.
Peneliti memilih strategi komunikasi public relations yang dilakukan oleh Yayasan Kesehatan Telkom dalam meningkatkan citra perusahaan melalui media sosial sebagai objek penelitian.
Hasil dan Pembahasan Yakes Telkom telah membuat konten edukasi kesehatan dan dibuatnya strategi dalam perencanaan konten menjadi salah satu pelayanan yang diberikan oleh Yayasan
Kesehatan Telkom kepada para pesertanya.
Perencanaan konten membantu Yayasan kesehatan Telkom tidak hanya mengedukasi pesertanya tetapi juga masyarakat luas karena digunakannya media sosial Instagram sebagai wadah untuk membagikan konten-konten tersebut.
Strategi perencanaan pada media sosial merupakan sebuah susunan tindakan yang diajukan untuk membuahkan hasil tertentu. Perencanaan ini memiliki kesamaan dengan rencana PR, pemasaran.
Penulis Ini Adalah Mahiswi UICI : Yetty Nurdiati. CFLE






