MAKASSAR — Akhirnya Kampung Borta, kawasan di Kelurahan Pannampu yang selama ini dikenal masyarakat sebagai pusat peredaran narkoba jenis sabu, resmi digerebek kepolisian.dan diamankan 120 Orang laki laki dan Perempuan. Sabtu 10 Oktober 2026

Namun di tengah rasa lega warga atas operasi tersebut, muncul sorotan tajam yang lebih dalam: penindakan saja tidak cukup jika akar masalahnya tidak dibersihkan tuntas.

Penggerebekan besar-besaran memang telah dilaksanakan. Puluhan orang diamankan untuk diperiksa. Namun di sisi lain, pengamat dan warga yang memantau kawasan ini menyampaikan keprihatinan yang jauh lebih luas.

“Jangan hanya pemakai dan gembongnya yang ditangkap. Selama ini peredarannya berjalan mulus ibarat pasar sayur dan pasar ikan — begitu lancar, nyaris tanpa hambatan setiap hari.”

Berdasarkan pantauan warga yang enggan disebutkan identitasnya, ada hal yang jauh lebih mengkhawatirkan daripada sekadar peredaran narkoba itu sendiri:

“Nyaris setiap hari ada petugas kepolisian yang datang mengambil ‘jatah preman’. Tidak siang, begitu malam. Kalau ini terus dibiarkan, razia hari ini hanya akan jadi pertunjukan. Besok-besok pasarnya akan buka lagi.”

Pernyataan ini menggambarkan betapa masyarakat tidak hanya meminta penindakan terhadap pengedar dan pemakai, tetapi juga menuntut kejelasan: siapa yang membiarkan ini semua berjalan begitu lama tanpa terganggu?

Jika peredaran narkoba berjalan selancar aktivitas pasar, dan warga menduga adanya pembiaran maupun keterlibatan oknum, maka penindakan harus mencakup dua hal sekaligus:

–  Tindak pidana narkoba: Penindakan terhadap pengedar, bandar, dan pemakai
–  Pengawasan internal: Penelusuran dugaan keterlibatan atau kelalaian oknum yang diduga membiarkan praktik ini berlangsung

Tanpa menyentuh sisi kedua, razia apa pun hanyalah langkah sesaat. Pelaku akan kembali beroperasi saat situasi dianggap aman.

Warga berharap pihak berwenang — termasuk Propam Polri dan Ombudsman RI — tidak hanya berhenti pada penangkapan di lapangan, tetapi juga membuka ruang pengaduan dan penyelidikan independen atas dugaan praktik yang dikemukakan warga.

“Kami ingin Borta benar-benar bersih. Bukan bersih hari ini, lalu kembali kotor esok hari karena ‘pintu gerbangnya’ tidak pernah ditutup.”

Menggerebek Borta adalah langkah awal yang patut diapresiasi. Namun tugas ini belum selesai. Masyarakat menuntut konsistensi: jangan biarkan razia hanya menjadi berita hari ini, lalu lupa esok hari. Bersihkan pemakainya, tangkap pengedarnya, dan telusuri siapa yang selama ini membiarkan “pasar haram” ini berjalan begitu mulus.

Bagikan :