DelikPers.co I Ketapang

Kapolsek Nanga Tayap, Polres Ketapang, AKP Adi Sudirman, S.A.P., M.A.P., menyatakan dukungannya terhadap program Asta Cita swasembada pangan, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayahnya. Dalam pertemuan silaturahmi dengan awak media, ia menegaskan bahwa pihaknya aktif mendukung dan mengaktifkan program ketahanan pangan, meskipun masih menghadapi tantangan di lapangan. Rabu (12/3/25).

Menurut AKP Adi Sudirman, kondisi tanah di Nanga Tayap yang bervariasi dan memerlukan perawatan khusus menjadi salah satu kendala dalam pengembangan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pendampingan kepada para petani agar mereka dapat menyesuaikan metode tanam dengan karakteristik tanah yang ada.

“Kami terus berupaya mendukung ketahanan pangan di Nanga Tayap. Namun, karena kondisi tanah yang berbeda-beda, diperlukan teknik penanaman yang lebih tepat dan perawatan khusus. Kami siap membantu dalam sosialisasi agar para petani bisa mengelola lahan mereka dengan baik,” ujar Kapolsek.

Saat ini, program pertanian di Kecamatan Nanga Tayap mencakup 157 hektare lahan, dengan alokasi per hektare sebanyak 15 kg benih jagung, sehingga total kebutuhan mencapai hampir 2,3 ton benih. Namun, keterbatasan alat pertanian masih menjadi tantangan utama. Kapolsek menyoroti bahwa pengolahan lahan secara manual tidak selalu mendukung kondisi tanah, sehingga diperlukan bantuan alat pertanian yang lebih modern.

Selain itu, AKP Adi Sudirman juga berharap adanya bantuan pupuk subsidi untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen petani di wilayahnya.

“Kami berharap nantinya ada bantuan pupuk subsidi agar petani bisa lebih mudah dalam perawatan tanaman mereka. Dengan dukungan yang tepat, kami optimis program swasembada pangan ini bisa berjalan maksimal dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Silaturahmi ini juga menjadi ajang diskusi antara kepolisian dan awak media dalam menggali lebih dalam tantangan serta solusi dalam program ketahanan pangan di Nanga Tayap. Sinergi antara kepolisian, petani, pemerintah, dan media diharapkan dapat terus terjalin untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Sumber: Tim
Editor: AS

Bagikan :