SIDOARJO

Bupati Sidoarjo memastikan perbaikan rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung di Kecamatan Sedati segera dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan distribusi material perbaikan sudah mulai dilakukan agar proses pembangunan bisa dimulai sebelum Lebaran.

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung meninjau rumah warga yang terdampak angin puting beliung di wilayah Kecamatan Sedati pada Senin (16/03/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta Wara Kusuma.

Bencana angin puting beliung terjadi pada Minggu sore (15/03/2026) dan menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Kerusakan tersebut terjadi di dua desa, yakni Desa Buncitan dan Desa Segoro Tambak.

Beberapa rumah yang mengalami kerusakan di antaranya milik Teti dan Kamil di Desa Buncitan serta rumah Mujahidin dan Juarti di Desa Segoro Tambak.

Pemerintah daerah langsung melakukan pengecekan kondisi rumah warga untuk memastikan langkah penanganan yang diperlukan.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, total terdapat 66 rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 20 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Bupati Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera menyalurkan material bangunan agar perbaikan bisa segera dimulai.

“Ada 66 rumah yang kemarin rusak karena puting beliung, sekitar 20 rumah mengalami kerusakan berat. Hari ini dan besok material harus sudah diturunkan karena sudah mendekati Lebaran,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana.

Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Segoro Tambak. Di desa tersebut tercatat puluhan rumah mengalami kerusakan, sementara di Desa Buncitan terdapat sekitar 10 rumah yang terdampak.

Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang menggunakan material asbes. Kencangnya angin menyebabkan atap rumah warga beterbangan sehingga bangunan mengalami kerusakan.

Untuk mempercepat proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan berbagai material bangunan yang dibutuhkan.

Bantuan tersebut meliputi asbes untuk atap serta kayu sebagai rangka bangunan.

Bupati Subandi mengatakan bahwa pemerintah daerah akan mengganti bagian rumah yang mengalami kerusakan, terutama pada rumah yang masuk kategori rusak berat.

“Materialnya kita siapkan semua termasuk asbes. Kalau kayunya juga rusak ya akan kita ganti. Untuk rumah yang rusak berat akan kita tangani langsung, sedangkan yang ringan akan didata lagi kebutuhan perbaikannya,” jelasnya.

Selain memperbaiki atap rumah, pemerintah daerah juga akan melakukan perbaikan pada rumah yang kondisinya tidak layak huni.

Salah satunya rumah milik Teti di Desa Buncitan yang atapnya sudah lapuk dan mengalami kerusakan cukup parah.

Dalam penanganan bencana tersebut, Bupati juga meminta pemerintah desa untuk ikut bergotong royong membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat sangat penting agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Sementara untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk perbaikan lantai rumah dan peninggian bangunan jika diperlukan.

Untuk kasus rumah yang tidak layak huni, perbaikan akan dilakukan melalui dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setelah Lebaran.

Kepala Pelaksana BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menyatakan pihaknya masih melakukan assessment atau pendataan lanjutan untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Sebagai bantuan awal, BPBD telah menyiapkan terpal untuk menutup bagian rumah warga yang rusak agar tetap terlindungi sementara waktu.

“Sementara ini kita siapkan beberapa terpal. Nanti setelah assessment selesai, jika diperlukan intervensi dari pemerintah kabupaten, akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Selain Kecamatan Sedati, angin puting beliung juga dilaporkan berdampak di beberapa wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo seperti Kecamatan Waru, Tulangan, dan Tarik.

BPBD Sidoarjo akan terus memantau kondisi cuaca dan melakukan penanganan secara bertahap agar dampak bencana dapat segera tertangani.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prediksi yang diterima BPBD, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi pada 20 hingga 25 Maret mendatang.

Pemerintah berharap kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan akan terus hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Bagikan :