SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 melalui upacara yang berlangsung khidmat di Alun-alun Sidoarjo, Kamis (1/10/2026). Momentum tersebut menjadi ruang refleksi kebangsaan sekaligus peneguhan kembali komitmen untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, hingga Pramuka mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.
Barisan peserta upacara di antaranya berasal dari Kodim 0816 Sidoarjo, Arhanud 8/MBC, Kikav 3/TSC, Brigif 2 Marinir, Lanud Muljono, Pusdik Sabhara, serta Polresta Sidoarjo.
Dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, peserta melibatkan Satpol PP, Bakesbangpol, Dinas Perhubungan, Bappeda, serta Linmas Sidoarjo. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan semata agenda seremonial, melainkan momentum bersama untuk merawat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Partisipasi juga datang dari organisasi kemasyarakatan, antara lain Banser Sidoarjo, Kokam Sidoarjo, Pemuda Pancasila Sidoarjo, Senkom Sidoarjo, dan Purna Paskibraka Sidoarjo.
Sementara dari kalangan generasi muda, sejumlah mahasiswa dan pelajar turut ambil bagian, yakni mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), SMA Cendekia Sidoarjo, SMKN 1 Sidoarjo, SMPN 1 Gedangan, serta Pramuka Kwarcab Sidoarjo.
Keterlibatan lintas unsur tersebut memberikan pesan penting bahwa menjaga Pancasila merupakan tanggung jawab bersama. Nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai rumusan yang dihafalkan, tetapi perlu diterjemahkan dalam sikap, perilaku, pelayanan publik, kehidupan sosial, serta semangat membangun daerah.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa, khususnya tragedi Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI), sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai ancaman yang pernah dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam suasana penuh penghormatan, Wakil Ketua I DPRD Sidoarjo Suyarno membacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Ikrar tersebut ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026 oleh Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani atas nama bangsa Indonesia.
Pesan utama ikrar tersebut menegaskan kesadaran bahwa sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjalanan Indonesia tidak terlepas dari berbagai rongrongan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Ikrar itu juga mengingatkan bahwa kelengahan dan kekurangwaspadaan terhadap berbagai upaya yang berpotensi menumbangkan Pancasila dapat menjadi ancaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, semangat kebersamaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila menjadi fondasi penting dalam memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada bagian akhir, ikrar tersebut menegaskan tekad untuk tetap mempertahankan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam membangun kebersamaan, memperjuangkan serta menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki relevansi yang tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga dengan kehidupan Indonesia hari ini.
Pancasila menghadirkan fondasi nilai untuk membangun kehidupan masyarakat yang menjunjung persatuan, menghormati keberagaman, mengedepankan kemanusiaan, serta memperjuangkan keadilan sosial.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan juga harus berjalan seiring dengan penguatan karakter masyarakat, kepedulian sosial, persatuan, serta hadirnya pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Alun-alun Sidoarjo akhirnya bukan sekadar prosesi tahunan. Di balik barisan yang berdiri tegak dan ikrar yang dibacakan dengan penuh penghormatan, tersimpan pesan bahwa Pancasila harus terus dijaga melalui tindakan nyata.
Sebab, mempertahankan Pancasila bukan hanya tugas satu institusi atau kelompok tertentu. Ia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, generasi muda, hingga seluruh masyarakat.
Dari Sidoarjo, semangat itu kembali diteguhkan: Pancasila harus tetap menjadi pijakan bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.






