SIDOARJO – Transformasi digital tidak lagi menjadi sekadar wacana. Di tengah laju perkembangan teknologi yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi terhadap Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu penentu daya saing sumber daya manusia. Senin 29 Juli 2026.

Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus menguasai teknologi masa depan.

Bertempat di Youth Center Sidoarjo, Senin (29/6), sebanyak 100 peserta dari beragam latar belakang—mulai pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif hingga masyarakat umum—berkumpul dalam Pelatihan Artificial Intelligence bertajuk “Mastering AI: Jadi Content Creator, Marketer, dan Public Speaker Andal di Era Digital.

” Seluruh peserta mengikuti pelatihan secara cuma-cuma sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperluas literasi digital di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak sekadar memperkenalkan kecerdasan buatan sebagai teknologi baru, melainkan membangun paradigma bahwa AI merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, inovasi, hingga memperkuat daya saing masyarakat di era ekonomi digital.

Mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, Choirul Anam, S.STP., M.HP., menegaskan bahwa perubahan yang dibawa Artificial Intelligence merupakan keniscayaan yang harus direspons dengan kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, pertanyaan yang relevan saat ini bukan lagi apakah AI akan mengubah cara manusia bekerja, melainkan sejauh mana masyarakat mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk menghasilkan nilai tambah.

“Pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan mengubah cara kita bekerja, tetapi apakah kita siap beradaptasi dan memanfaatkannya untuk menjadi lebih produktif. Karena pada akhirnya, yang akan unggul adalah mereka yang paling cepat belajar dan mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program literasi digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Artificial Intelligence, kata dia, harus dimanfaatkan sebagai sarana mempercepat inovasi, meningkatkan produktivitas, serta melahirkan solusi-solusi kreatif bagi masyarakat.

“Jadikan AI sebagai alat untuk memperkuat kreativitas, meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. Jangan sampai teknologi ini dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, disinformasi, ataupun konten yang merugikan orang lain,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, Anita Inggit Zaenuris Shofa, S.STP., M.AP., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut lahir dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence secara praktis.

Dalam beberapa bulan terakhir, Diskominfo menerima berbagai aspirasi dari pelaku UMKM, mahasiswa, generasi muda, komunitas kreatif hingga pegiat media sosial yang ingin memahami AI sebagai perangkat untuk mendukung aktivitas belajar, bekerja, maupun mengembangkan usaha.

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Sidoarjo memiliki semangat untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi juga ingin menjadi pelaku transformasi digital.

“Masyarakat Sidoarjo tidak ingin hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memiliki semangat untuk belajar, beradaptasi, dan mampu memanfaatkan Artificial Intelligence sebagai instrumen peningkatan produktivitas, kreativitas, serta daya saing di era digital,” ungkapnya.

Lebih jauh, Inggit mengatakan pelatihan ini dirancang dengan pendekatan aplikatif sehingga peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu langsung mempraktikkan berbagai teknologi AI dalam aktivitas sehari-hari.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar AI secara gratis bersama para praktisi. Harapannya, peserta tidak hanya memahami teknologi Artificial Intelligence, tetapi mampu menggunakannya untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, mengembangkan usaha, serta menciptakan peluang baru di era digital,” tuturnya.

Ia memastikan Diskominfo Kabupaten Sidoarjo akan terus menghadirkan program-program literasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat agar semakin banyak warga memiliki kesiapan menghadapi transformasi digital.

Selama sehari penuh, peserta memperoleh materi mengenai pemanfaatan AI dalam pembuatan konten digital, strategi pemasaran berbasis teknologi, hingga teknik membangun komunikasi publik yang efektif.

Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Diskominfo menghadirkan tiga praktisi yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence, yakni Muhammad Iffan, Founder Info Darjo; Farikha Rachmawati, M.I.Kom., Certified Trainer TikTok Indonesia sekaligus dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur; serta Yuris Sabrina, CPS, Certified BNSP Public Speaker, Master of Ceremony, dan fasilitator.

Ketiganya membagikan pengalaman lapangan sekaligus mengajak peserta mempraktikkan penggunaan berbagai platform AI untuk menghasilkan konten kreatif, menyusun strategi digital marketing, hingga meningkatkan kemampuan public speaking secara lebih efektif.

Antusiasme peserta tampak sepanjang pelatihan berlangsung. Diskusi berjalan dinamis, peserta aktif mengeksplorasi berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence, menyusun prompt, hingga menguji kemampuan AI dalam mendukung proses kreatif maupun pengembangan usaha.

Bagi pelaku UMKM, teknologi tersebut membuka peluang memperluas jangkauan pemasaran dengan biaya yang lebih efisien. Sementara bagi pelajar dan mahasiswa, AI menjadi perangkat pendukung pembelajaran, riset, serta pengembangan ide-ide kreatif yang lebih inovatif.

Pelatihan ini menjadi penegas bahwa transformasi digital bukan hanya soal menghadirkan teknologi, melainkan membangun kesiapan manusianya.

Dari Sidoarjo, upaya memperluas literasi Artificial Intelligence menunjukkan bahwa masa depan tidak cukup dihadapi dengan kemampuan beradaptasi semata, tetapi juga dengan keberanian untuk terus belajar, berinovasi, dan menciptakan nilai baru.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya membangun masyarakat digital yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadikan Artificial Intelligence sebagai penggerak kreativitas, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi menuju Sidoarjo yang semakin maju dan berdaya saing.

Bagikan :