SIDOARJO — Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Sidoarjo 2026 mendapat penegasan dari KONI Jawa Timur. Sekretaris KONI Jatim, Akmal Budianto, meminta KONI Sidoarjo tidak perlu ragu melanjutkan seluruh tahapan Musorkablub sepanjang pelaksanaannya berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurut Akmal, AD/ART merupakan landasan utama yang harus menjadi pijakan dalam menjalankan seluruh proses organisasi.
Karena itu, berbagai dinamika maupun keberatan yang muncul dalam perjalanan menuju Musorkablub hendaknya tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses yang telah berjalan.
“Selama Musorkablub dijalankan sesuai AD/ART, jalankan saja. Bila ada protes, anggap sebagai suatu aspirasi,” ujar Akmal.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga proses demokrasi organisasi olahraga agar tetap berjalan sesuai koridor aturan.
Perbedaan pendapat maupun protes dalam sebuah forum organisasi, menurut prinsip tersebut, dapat ditempatkan sebagai bagian dari dinamika dan aspirasi peserta, selama mekanisme yang ditempuh panitia tetap sesuai dengan ketentuan organisasi.
Tahapan Musorkablub Terus Berjalan
Sementara itu, Ketua Panitia Musorkablub Sidoarjo 2026, Imam Jawahir, memastikan pihaknya telah menjalankan sejumlah tahapan persiapan menuju pelaksanaan Musorkablub yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Imam menjelaskan, panitia tidak serta-merta menyiapkan forum musyawarah tanpa proses. Sejumlah perangkat dan tahapan administratif telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Musorkablub berjalan secara terstruktur.
“Sejumlah tahapan menjelang Musorkablub telah kita laksanakan. Di antaranya, menetapkan SK panitia Musorkablub 2026, mengirim tata tertib Musorkablub 2026 kepada peserta, yakni para ketua cabor di Sidoarjo, dan juga telah mengirimkan surat undangan Musorkablub,” ungkapnya.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta memperoleh informasi yang sama terkait mekanisme dan agenda musyawarah.
Dengan demikian, pelaksanaan forum diharapkan dapat berlangsung tertib, transparan, serta tetap mengacu pada aturan organisasi.
54 Pimpinan Cabor Disiapkan Memiliki Hak Suara
Selain mempersiapkan perangkat pelaksanaan Musorkablub, panitia juga telah menetapkan tim penjaringan calon Ketua KONI Sidoarjo yang akan mengikuti proses pemilihan dalam Musorkablub 2026.
Dalam forum tersebut, tercatat terdapat 54 pimpinan cabang olahraga (cabor) di Sidoarjo yang memiliki hak suara. Jumlah tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam proses pengambilan keputusan dan pemilihan kepemimpinan KONI Sidoarjo melalui forum Musorkablub.
Namun, tidak seluruh cabor dapat menggunakan hak suaranya. Imam menjelaskan, terdapat sejumlah cabor yang belum memenuhi persyaratan untuk memiliki hak suara karena hingga saat ini belum melaksanakan musyawarah kabupaten (Muskab) atau forum internal untuk memilih kepengurusan baru.
“Ada beberapa cabor yang tidak memiliki hak suara dikarenakan hingga saat ini mereka belum melaksanakan Muskab atau musyawarah kabupaten untuk memilih ketua cabor yang baru karena masa periode kepemimpinannya sudah habis,” bebernya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa legitimasi peserta dalam forum Musorkablub menjadi perhatian penting. Hak suara tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan sebuah cabor, tetapi juga berkaitan dengan status kepengurusan dan pemenuhan mekanisme organisasi yang berlaku.
Momentum Menentukan Arah KONI Sidoarjo
Dengan semakin dekatnya jadwal pelaksanaan, Musorkablub KONI Sidoarjo 2026 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan roda organisasi olahraga di Kabupaten Sidoarjo.
Forum tersebut tidak hanya berkaitan dengan pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan proses organisasi berjalan berdasarkan aturan yang telah disepakati.
Penegasan KONI Jatim agar Musorkablub tidak perlu diragukan selama dilaksanakan sesuai AD/ART memberikan garis yang jelas bagi panitia maupun peserta.
Artinya, dinamika, perbedaan pandangan, bahkan protes sekalipun tetap dapat muncul dalam forum demokrasi organisasi, tetapi seluruh proses harus dikembalikan pada koridor aturan.
Dengan persiapan yang telah dilakukan panitia, penetapan tim penjaringan calon ketua, distribusi tata tertib, hingga pemetaan peserta yang memiliki hak suara, seluruh mata kini tertuju pada pelaksanaan Musorkablub Sidoarjo 2026 pada 26 Agustus 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi titik penting untuk melahirkan kepemimpinan KONI Sidoarjo yang memiliki legitimasi organisasi sekaligus mampu membawa pembinaan olahraga prestasi Sidoarjo ke arah yang lebih baik.






