SIDOARJO – Musim kemarau tidak dimaknai Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai waktu untuk beristirahat dari urusan pengendalian banjir. Sebaliknya, periode ini dimanfaatkan sebagai momentum paling strategis untuk mempercepat normalisasi sungai dan pembersihan afvoer di berbagai wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan Pemkab Sidoarjo dalam membangun sistem drainase yang tangguh, memastikan aliran air tetap lancar, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU Bina Marga dan SDA), Satgas Alat Berat bersama Satgas Afvoer diterjunkan secara serentak ke sejumlah titik prioritas.

Alat berat bekerja mengeruk sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai, sementara puluhan personel Satgas Afvoer menyisir saluran irigasi untuk membersihkan sampah, tanaman liar, dan berbagai hambatan yang mengganggu kelancaran aliran air.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan berdasarkan jadwal yang telah disusun secara sistematis. Pada Selasa (14/7/2026), Satgas Alat Berat melakukan normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo.

Pada saat yang sama, pembersihan sampah juga dilakukan di Saluran Porong Kanal, Kelurahan Porong, serta Saluran Mangetan Kanal di Desa Dungus. Tim juga bergerak menormalisasi anak Afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.

Di sisi lain, Satgas Afvoer dibagi ke sejumlah wilayah kerja agar penanganan berlangsung lebih efektif. Wilayah Kota melakukan pembersihan Afvoer Kedunguling di Desa Larangan.

UPTD Trosobo menangani Afvoer Buntung di Desa Balongbendo, Afvoer Kepucang di Desa Jimbaran, Kecamatan Wonoayu, serta Saluran Kedunguling di Desa Temu, Kecamatan Prambon. Pembersihan di Desa Temu juga diperkuat oleh Satgas Afvoer UPTD Prambon.

Sementara itu, UPTD Porong membersihkan Afvoer Gedek di Desa Wates, Kecamatan Tanggulangin, Afvoer Ngingas di Desa Balongtani, Kecamatan Jabon, serta Afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsulo, Kecamatan Porong. Adapun UPTD Sumput melaksanakan pembersihan di sejumlah titik, di antaranya Afvoer Bulubendo di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Afvoer Sumber di Desa Kloposepuluh.

Dan Kecamatan Sukodono, Afvoer Karangbong 2 di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Afvoer Botokan atau Sinir di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, hingga Afvoer Buntung di Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, serta Afvoer Jemundo di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo, Prayitno, menegaskan bahwa musim kemarau merupakan waktu paling efektif untuk mengoptimalkan pekerjaan normalisasi sungai.

Menurutnya, debit air yang menurun memudahkan proses pengerukan sedimen, pengangkatan sampah, hingga pembersihan vegetasi liar yang mempersempit badan sungai.

Saat ini, normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang menjadi salah satu pekerjaan prioritas dengan panjang penanganan sekitar empat kilometer dan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

“Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,” ujar Prayitno.

Ia menjelaskan, selain mengeruk sedimentasi dan mengangkat sampah, pekerjaan juga mencakup pembersihan tumbuhan liar yang menghambat aliran air serta penguatan bibir sungai untuk meningkatkan daya dukung infrastruktur pengairan.

Prayitno berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga kapasitas sungai dan saluran air di Kabupaten Sidoarjo semakin optimal dalam menampung debit air saat musim penghujan tiba.

“Kita berharap pekerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal dan mampu menampung curah hujan secara maksimal,” harapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal.

Dengan langkah yang konsisten dan terencana sejak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmennya membangun infrastruktur pengairan yang lebih andal.

Upaya ini bukan sekadar membersihkan sungai, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari ancaman banjir bagi seluruh masyarakat Sidoarjo.

Bagikan :