KOTA MOJOKERTO — Kemitraan antara kepolisian dan media menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ruang informasi publik yang sehat, akurat, dan menenangkan masyarakat.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Polres Mojokerto Kota melalui Media Gathering bertema “Sinergi Bermedia, Ciptakan Lalu Lintas Berbudaya” yang digelar di Aula Hayam Wuruk, Jalan Bhayangkara Nomor 25, Kota Mojokerto, Rabu (16/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara jajaran Polres Mojokerto Kota dengan insan pers. Forum itu sekaligus menjadi ruang evaluasi dan apresiasi atas peran media dalam menyampaikan informasi kepolisian kepada masyarakat.

Kapolresta Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., dalam kesempatan tersebut terlebih dahulu memperkenalkan jajaran pejabat utama Polres Mojokerto Kota, baik pejabat yang baru maupun pejabat yang telah lama bertugas.

Dalam arahannya, Andi Yudha menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan media yang selama ini telah mendukung tugas kepolisian melalui pemberitaan serta penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada teman-teman media yang selama ini sangat-sangat mendukung kami melalui berbagai pemberitaan dan informasi yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Andi Yudha.

Menurutnya, Media Gathering tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi Polres Mojokerto Kota terhadap hubungan yang telah terbangun selama hampir satu tahun terakhir.

Ia menilai, hubungan antara kepolisian dan media merupakan kolaborasi yang memiliki kontribusi penting dalam menciptakan suasana informasi publik yang kondusif.

“Ini adalah bentuk apresiasi kami bersama rekan-rekan media selama kurang lebih satu tahun berinteraksi dan berkolaborasi bersama teman-teman media,” katanya.

Kapolresta Mojokerto menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota hingga saat ini berada dalam kondisi aman, tertib dan lancar.

Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak semata-mata lahir dari aktivitas kepolisian maupun peningkatan kegiatan rutin kepolisian. Peran masyarakat dan media dinilai memiliki kontribusi penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.

“Alhamdulillah, situasi di wilayah hukum Mojokerto Kota dalam keadaan aman, tertib, lancar. Masyarakat dan kita semua dapat melaksanakan kegiatan dengan nyaman,” tuturnya.

Andi Yudha menekankan, penyampaian informasi yang berimbang, akurat dan terpercaya menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan masyarakat. Informasi yang disampaikan secara tepat dapat membantu publik memahami situasi secara proporsional sehingga tidak mudah diliputi kekhawatiran maupun kecemasan.

“Ini bukan hanya karena kami melakukan kegiatan-kegiatan kepolisian atau kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, tetapi juga banyak peran serta kegiatan masyarakat dan rekan-rekan media, khususnya dalam pemberitaan dan informasi yang berimbang, akurat serta terpercaya kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan hubungan kelembagaan antara Polres Mojokerto Kota dan media, tetapi menyentuh kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Sebab, informasi publik yang disampaikan secara bertanggung jawab dapat menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus membantu menciptakan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hal menarik yang ditekankan Kapolresta Mojokerto adalah pentingnya membangun kemitraan yang tidak bergantung pada figur pejabat tertentu.

Menurut Andi Yudha, pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi. Karena itu, hubungan yang telah terbangun antara kepolisian dan media diharapkan tetap berjalan meskipun terjadi perubahan personel di lingkungan Polres Mojokerto Kota.

“Koordinasi dan kolaborasi yang baik ini dapat terus berjalan. Kita mengharapkan akan terus kita kembangkan. Jangan sampai karena saat ini Kapolresnya saya, sekarang Kasat Binmas namanya ini, Kasat Reskrim namanya ini, Kasat Narkoba namanya ini dan lainnya, kemudian dilihat per orangnya,” tegasnya.

Ia berharap kemitraan tersebut dapat menjadi hubungan kelembagaan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini saya harapkan akan terus berlangsung antara rekan-rekan media dan Polres Mojokerto Kota,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara kepolisian dan media diharapkan tidak berhenti pada hubungan personal, melainkan berkembang menjadi pola kerja sama yang sistematis dan berkesinambungan.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Yudha juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat pesan dari wartawan yang belum dapat segera direspons.

Ia memastikan keterlambatan tersebut bukan karena kesengajaan. Menurutnya, dinamika tugas dan banyaknya komunikasi yang masuk membuat tidak seluruh pesan dapat langsung dijawab secara personal.

Karena itu, ia mempersilakan insan media berkomunikasi langsung dengan pejabat atau satuan kerja yang memiliki kewenangan sesuai dengan substansi informasi yang dibutuhkan.

“Kalau ada teman-teman media yang WhatsApp kepada saya, tetapi tidak langsung dijawab atau lama, itu bukan karena disengaja. Silakan WhatsApp kepada selain saya sesuai materinya, ke bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Polres Mojokerto Kota membangun pola komunikasi yang lebih efektif, cepat, dan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Melalui Media Gathering ini, Polres Mojokerto Kota menegaskan bahwa sinergi dengan media bukan sekadar kebutuhan komunikasi kelembagaan.

Lebih dari itu, kemitraan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama membangun ekosistem informasi publik yang sehat, berimbang dan bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus informasi, kepolisian dan media memiliki ruang yang sama untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya.

Dari sinilah kolaborasi menjadi penting bukan karena siapa pejabatnya hari ini, melainkan karena komunikasi publik yang baik harus terus dijaga dan diwariskan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

Bagikan :