Delikpers.co / Tangerang

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan penanggulangan stunting. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Pertemuan Koordinasi Tim Gebrak Tegas dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Gedung Darmawanita, Jalan Kisamaun No. 10, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Jumat (4/7/25).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan instansi pemerintah, tenaga kesehatan, jajaran TPPS dari tingkat kabupaten hingga kelurahan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh kecamatan, Tim TPPS Kabupaten Tangerang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, perwakilan desa lokus, Danramil 0510, hingga Forum KTA Kabupaten Tangerang.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa Gebrak Tegas (Gerakan Bersama Rakyat Tangerang Tanggap, Edukatif, Gerak Cepat, Aman dan Sinergis) merupakan aksi nyata pemerintah dalam memastikan terpenuhinya hak tumbuh kembang anak secara optimal.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Dibutuhkan kerja kolaboratif dan strategi yang tepat sasaran agar target penurunan stunting nasional dapat tercapai,” tegas Bupati Rudi.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk mendukung program penurunan stunting. Evaluasi atas pelaksanaan program ini akan dilakukan setiap tiga bulan dengan fokus pada peningkatan peran kader Posyandu.

> “Kita akan lakukan pemeriksaan berkala, dan saya berharap angka stunting bisa terus menurun, baik dari sisi prevalensi maupun pencegahan,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang turut memaparkan kondisi prevalensi stunting terkini, perbandingan dengan daerah lain, serta strategi intervensi spesifik dan sensitif yang harus dilaksanakan oleh masing-masing sektor. Diskusi teknis pun turut menggali kendala di lapangan serta langkah penguatan pemantauan terhadap keluarga berisiko stunting.

Dengan semangat kolaboratif dan koordinasi yang semakin solid, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis dapat menekan angka stunting secara signifikan demi mencapai target nasional pada akhir tahun 2025.

Redaksi: Asep Supriatna

Bagikan :