YOGYAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan 1.803 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) agar menjadikan inovasi, hukum, dan moral sebagai tiga pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Pesan itu disampaikan saat mengisi talkshow rangkaian Pionir Kesatria, 10 Agustus 2026.
Inovasi Kunci Kemajuan, Tanpanya Bangsa Mandek
Mahfud menegaskan bahwa kreativitas dan inovasi adalah napas kemajuan.
“Kalau Anda tidak bisa berinovasi, tidak bisa berkreasi, itu artinya kita mandek, tidak ada kemajuan. Justru yang terjadi adalah kemunduran.”
Namun, inovasi tidak boleh berjalan sendirian. Harus sejalan dengan hukum dan tata tertib agar tidak merugikan pihak lain.
Hukum: Fondasi Kebebasan dan Keadilan
Mengutip pemikiran Sun Tzu, Mahfud menyebut tiga penopang keberlangsungan bangsa: pangan, tempat tinggal, dan hukum.
– Hukum menjamin hak setiap orang untuk mencari nafkah dan melindungi kepemilikan
– Tanpa hukum, hak dan milik seseorang bisa dirampas dengan mudah
– Inovasi pun dapat berkembang karena ada aturan yang menjaga kebebasan dan keadilan
Realitas Penegakan Hukum yang Masih Memprihatinkan
Mahfud juga menyoroti kelemahan penegakan hukum di Indonesia:
– Masih ada rekayasa perkara dan praktik suap
– Orang tidak bersalah bisa dijatuhi hukuman
– Masyarakat lemah sering dirugikan, seperti warga yang tinggal turun-temurun tanahnya disita karena tidak punya sertifikat
“Kita bangsa besar, tapi andaikan itu diiringi dengan penegakan hukum yang baik, kita akan jauh lebih baik dari sekarang.”
Pesan Moral: Jangan Serakah, Orang Lain Juga Punya Hak
Di akhir pesannya, Mahfud menekankan pentingnya hati nurani dan kemauan berbagi:
Setiap tindakan kita harus berlandaskan hati nurani dan bisikan moral. Kita harus berbagi, jangan serakah. Orang lain juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati kekayaan yang ada.”






