PASURUAN – Suasana haru menyelimuti Kompleks Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/6/2026) pagi. Ribuan jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci akhirnya kembali ke kampung halaman dan disambut hangat oleh keluarga yang menanti sejak pagi.
Kepulangan para jamaah menjadi momen penuh emosi setelah sekitar 40 hari berpisah dengan keluarga. Tangis bahagia, pelukan, dan ucapan syukur mewarnai pertemuan kembali antara jamaah dan kerabat yang telah lama menunggu. Rabu 3 Mei 2026.
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, menyampaikan rasa syukur karena proses pemulangan jamaah berjalan lancar. Menurutnya, seluruh tahapan kedatangan dapat dilaksanakan sesuai rencana, bahkan pesawat yang membawa jamaah mendarat lebih cepat dari jadwal semula di Bandara Internasional Juanda Surabaya.
“Alhamdulillah semuanya lancar dan tertata dengan baik. Ini dibuktikan dengan kedatangan para jamaah saat mendarat di Juanda lebih awal dari rencana pukul 03.15 ternyata maju jam 02.10 sudah mendarat,” terangnya.
Di tengah suasana bahagia tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jamaah yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji.
Tercatat empat jamaah asal Kabupaten Pasuruan wafat di Tanah Suci. Selain itu, satu jamaah lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangil setelah kembali ke tanah air.
“Ada satu jamaah atas nama H. Mukhtar dari Desa Grogol, Kecamatan Gondangwetan yang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bangil. Saya doakan semoga lekas sembuh, dan untuk keluarga dari jamaah haji yang meninggal dunia, mewakili Bapak Bupati Pasuruan, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” harapnya.
Kerinduan keluarga terlihat sejak dini hari. Banyak kerabat sengaja datang lebih awal agar tidak melewatkan momen penyambutan. Salah satunya Abdul Manan, warga Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, yang menunggu kepulangan saudaranya, Abdul Qodir dan Romlah.
Ia mengaku berangkat menuju lokasi penyambutan seusai menunaikan salat Subuh karena sudah tidak sabar bertemu kembali dengan keluarganya yang baru saja menyelesaikan ibadah haji.
“Keluarga sudah rindu ingin bertemu. Namanya juga saudara yang ditakdirkan duluan ke Makkah, semoga saya cepat menyusul,” ungkapnya.
Gus Shobih juga mengingatkan seluruh jamaah agar menjaga kondisi fisik selama masa pemulihan di rumah. Menurutnya, aktivitas menerima tamu yang datang bersilaturahmi sering kali membuat jamaah mengabaikan kebutuhan istirahat setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
“Kami berpesan dijaga kesehatannya. Istirahat harus diperhatikan. Karena kalau sudah menerima tamu, terkadang sampai lupa makan,” imbuhnya.
Kepulangan jamaah haji tahun ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual di Tanah Suci, tetapi juga menjadi momentum kebahagiaan bagi keluarga yang selama lebih dari sebulan menanti orang-orang tercinta kembali dengan selamat ke Kabupaten Pasuruan.






